Sabtu, 16 Agustus 2014 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Lopi Kasim 4800
(Foto: doc)
Sebanyak 8 kegiatan Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat yang diajukan melalui lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa DKI Jakarta hingga saat ini belum ada yang disetujui lantaran masih dalam proses. Namun, pihak Sudin Kebersihan meyakini, seluruhnya akan terealisasi.
"Dari banyak kegiatan, hanya delapan yang melalui proses ULP. Saat ini semuanya sedang dalam proses. Artinya, diperkirakan bulan September ini akan kelar dan sudah dapat berjalan," ujar Kasudin Kebersihan Jakarta Barat, Wahyu Pudjiastuti, Sabtu (16/8).
Total, nilai anggaran tahun 2014 untuk seluruh kegiatan, mulai dari pembersihan sampah darat, saluran mikro, pengadaan barang dan lain-lain mencapai Rp 90 miliar. Delapan kegiatan yang masuk ULP dengan nilai di atas Rp200 juta yakni berupa pembangunan depo, pengadaan pelumas, suku cadang, pengadaan alat kebersihan dan lain-lain.
Walaupun masih dalam proses lelang, kata Wahyu, pihaknya optimis delapan kegiatan tersebut akan terealisasi dan anggaran akan terserap tahun ini.
Sementara untuk tenaga kebersihan di Jakarta Barat, tambah Wahyu, berjumlah total 1.382 petugas harian lepas yang digaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP), dengan rincian 1.182 petugas kebersihan sampah darat dan 200 petugas sampah mikro. Pihaknya meyakini jumlah tersebut memadai untuk menangani kebersihan di Jakarta Barat.
“Kami yakin dengan total jumlah 1.382 tenaga kebersihan, cukup untuk menangani kebersihan, baik kebersihan sampah darat dan saluran mikro di Jakarta Barat. Dari delapan kecamatan di Jakarta Barat, Kecamatan Kalideres dan Cengkareng yang paling banyak menghasilkan sampah,” tandas Wahyu.