Selasa, 13 Februari 2018 Reporter: Rudi Hermawan Editor: Rio Sandiputra 1384
(Foto: Rudi Hermawan)
Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu akan
melakukan pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) sebagai alat pengukur bahan bakar minyak (BBM) kapal pengangkut sampah.Dengan menggunakan RFID, akan lebih transparan
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Yusen Hardiman mengatakan, penggunaan RFID ini telah diterapkan truk pengangkut sampah di daratan Jakarta. Sehingga dapat diketahui kebutuhan BBM untuk kendaraan pengangkut.
"Dengan menggunakan RFID, akan lebih transparan. Misal dari Muara Angke ke Pulau Pramuka bisa diketahui berapa kebutuhan BBM ke sana," ujar Yusen, Selasa (13/2).
Ditambahkan Yusen, saat ini pihaknya juga sudah membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pertamina. Dirinya juga akan berkoordinasi dengan pihak Syahbandar untuk mengetahui berapa jarak antara pulau ke pulau.
"Ada 13 kapal. Target kami akhir bulan ini selesai pemasangan RFID," tandasnya.