Senin, 26 Oktober 2015 Reporter: Septradi Setiawan Editor: Rio Sandiputra 5099
(Foto: Septradi Setiawan)
Warga RW 03 Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, meminta kepada Dinas Tata Air DKI Jakarta untuk melakukan pengerukan Kali Apuran. Sedimen yang sudah mengendap lama, membuat volume air yang tertampung berkurang.
"Semua warga di sini setuju kalau Kali Apuran segera dikeruk. Selain khawatir banjir, dampak lain yang dikeluhkan warga adalah bau sampah dan banyak nyamuk," ujar Mudasir, Ketua RT 07/03, Senin (26/10).
Mudasir mengatakan, wacana pengerukan Kali Apuran sempat disosialisasikan pada awal 2015 lalu. Kala itu, ia bersama ketua RT lain bahkan sempat menyetujui adanya pembongkaran rumah warga jika pemerintah berniat melebarkan aliran kali.
"Sudah setuju kalau nantinya digusur beberapa meter dari bibir kali untuk memperlebar. Yang penting rapi, tidak kumuh dan mobil pemadam bisa masuk. Soalnya di sini padat dan rawan kebakaran," katanya.
Sementara, Lurah Cengkareng Timur, Agus Mulyadi mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengirim surat pada Sudin Tata Air dan Sudin Bina Marga Jakarta Barat agar segera melakukan pengerukan dan pelebaran jalan di sekitar Kali Apuran.
"Kalau kelurahan sifatnya hanya menyampaikan saja apa yang menjadi keluhan warga, kan kita tidak punya wewenang sampai ke pengerukan. Makanya kita bersurat ke Sudin Tata Air dan Bina Marga, te
rakhir 2014. Tapi sampai sekarang belum juga ada respon," tandasnya.Pantauan Beritajakarta.com, kali yang memiliki lebar sekitar lima meter itu terlihat kotor dan bau lantaran banyaknya sampah yang berserakan di kanan dan kirinya. Sedimen yang berada di aliran kali pun nampak sudah mulai padat, yang mengakibatkan pendangkalan.