Total Kerugian Kebakaran di Jakarta Capai Rp 55,6 Miliar

Rabu, 11 Maret 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 6028

 Gedung tidak layak standar keselamatan kebakaran akan ditempel sticker

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Sepanjang Januari hingga 11 Maret tercatat kasus kebakaran di ibu kota mencapai 182 kejadian. Penyebab kebakaran tersebut paling banyak karena korsleting listrik. Dari total kejadian, jumlah kerugian yang diderita pun cukup fantastis yakni mencapai Rp 55,6 miliar.

Saya imbau warga lebih berhati-hati lagi agar tidak menjadi korban si jago merah. Khususnya dalam pemakaian kabel listrik

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subejo mengatakan, jumlah kerugian materi tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2014, kerugian kebakaran hingga April mencapai Rp 51,66 miliar.

"Sementara untuk tahun ini, hingga pekan kedua Maret jumlah kerugian sudah menembus angka Rp 55,6 miliar," kata Subejo, Rabu (11/3).

Menurutnya, kasus kebakaran selama hampir dua setengah bulan terakhir ini paling banyak terjadi di Jakarta Barat. Dengan total kejadian sebanyak 43 kasus. Kemudian disusul Jakarta Selatan yakni 42 kasus, Jakarta Timur 34 kasus, Jakarta Pusat 33 kasus, dan Jakarta Utara 30 kasus. Sementara di Kepulauan Seribu, sejauh ini belum pernah terjadi kebakaran.

Pihaknya mencatat, penyebab utama kebakaran hingga pekan kedua Maret ini, masih didominasi korsleting listrik. Dari total jumlah kasus kebakaran tersebut, sebanyak 142 kasus terjadi akibat arus pendek. “Selebihnya karena faktor lainnya seperti kompor meledak ada 10 kasus, rokok di dalam rumah ada 4 kasus dan lain-lain ada 26 kejadian,” ucapnya.

Untuk mencegah semakin tingginya jumlah kasus kebakaran di Jakarta, Subejo mengimbau warga Jakarta lebih hati-hati dan waspada. Khususnya menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebab kebakaran.

“Saya imbau warga lebih berhati-hati lagi agar tidak menjadi korban si jago merah. Khususnya dalam pemakaian kabel listrik. Jangan menumpuk steker," imbaunya.

Sementara terkait dengan, sistem keamanan di gedung-gedung bertingkat pihaknya jug akan melakukan pengecekan. Diakuinya, masih banyak gedung-gedung bertingkat yang sistem keamanan kebakarannya buruk.

"Memang ada beberapa  gedung yang belum memenuhi syarat, karena itu kita peringatkan," tegasnya.

BERITA TERKAIT
Djarot Minta Gedung Tinggi Punya Sistem Keamanan Kebakaran

Pengelola Gedung Tinggi Diminta Miliki Sistem Keamanan Kebakaran

Selasa, 10 Maret 2015 3991

Djarot Apresiasi Petugas Damkar

Djarot Apresiasi Petugas Damkar

Selasa, 10 Maret 2015 4811

kebakaran jatinegara jaktim

20 Rumah di Cipinang Ludes Terbakar

Selasa, 10 Maret 2015 4010

 Ruko Empat Lantai di Karang Anyar Terbakar

Ruko Empat Lantai di Karang Anyar Terbakar

Selasa, 10 Maret 2015 5410

Ratusan Rumah di Kebon Melati Terbakar

Hingga Maret, 26 Kebakaran Terjadi di Jakpus

Minggu, 08 Maret 2015 4211

BERITA POPULER
Pemkot Jakut Bantu Perketat Pengawasan Rusunawa Marunda

Pemkot Jakut Bantu Perketat Pengawasan Rusun Marunda

Jumat, 21 Juni 2024 468997

Dishub Gandeng Waze Luncurkan Fitur Navigasi Ganjil Genap

Dishub Gandeng Waze Luncurkan Fitur Navigasi Ganjil Genap

Kamis, 19 Oktober 2017 307711

 Libur Natal, 36.871 Pengunjung Padati TMII

TMII Dipadati Pengunjung

Jumat, 25 Desember 2015 284326

Siswa di Jakut Tebarkan Optimistis Sintas COVID 19 Melalui Puisi

Siswa di Jakut Tebar Optimistis di Tengah COVID- 19 Melalui Puisi

Rabu, 15 April 2020 260941

Basuki akan Bongkar Reklamasi PT KCN

Basuki akan Bongkar Reklamasi PT KCN

Jumat, 15 April 2016 196575

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks