Besok, Lalin di Jl RE Martadinata dan Jl Pluit Karang Utara Direkayasa

Minggu, 18 Oktober 2015 Reporter: Suriaman Panjaitan Editor: Lopi Kasim 3277

Mulai Senin, di Jalan RE Martadinata dan Jalan Pluit Karang Utara Alami Rekayasa Lalin

(Foto: Ilustrasi)

Untuk mengurai kemacetan, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta akan merekayasa lalu lintas (lalin) di Jakarta Utara. Rencananya, rekayasa yang akan dimulai Senin (19/10) besok akan dilakukan di Jl RE Martadinata dan Jalan Pluit Karang Utara menuju Jalan Pluit Karang Selatan.

Karena di sana hasil evaluasi, pada waktu tertentu, seperti jam berangkat dan pulang kerja di sana timbul kemacetan

Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishubtrans DKI Jakarta, Massdes Arouffy mengatakan, rekayasa lalin tersebut dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di dua jalan tersebut.

"Karena di sana hasil evaluasi, pada waktu tertentu, seperti jam berangkat dan pulang kerja di sana timbul kemacetan. Nah, mulai besok kita pecah konsentrasinya," ujar Massdes, Minggu (18/7).

Dikatakan Massdes, evaluasi memecah konsentrasi lalin di dua jalan tersebut cukup sulit. Pihaknya, membutuhkan waktu satu bulan untuk memastikan rekayasa lalin tersebut.

Pihaknya pun membuka gerbang penutup di Jalan Lodan tepatnya di depan pintu masuk sisi barat Ancol. Gerbang setinggi empat meter tersebut akan dibuka. Diharapkan, kemacetan di Jalan RE Martadinata menuju Tanjung Priok dapat terurai. Sebelumnya, jalan tersebut dibuka hanya enam jam setiap hari. ”Mulai Senin. Itu dibuka 24 jam untuk umum,” ucapnya.

Nantinya, kendaraan yang melintas di dua jalan tersebut akan bertemu lagi di pintu carnaval di sisi timur, tak jauh dari pintu masuk wahana Ecopark, Ancol.

Di Jalan Puit Karang Utara hingga Jalan Pluit Karang Selatan akan dilakukan contraflow. Kendaraan yang datang dari arah Waduk Pluit menuju Muara Angke dipecah menjadi dua jalur berlawanan.  

Empat lajur di jalan tersebut. Satu lajur untuk menuju Muara Angke, tiga lajur lainnya di contraplow menuju Waduk Pluit. Selanjutnya, sepanjang 200 meter di depan Green Bay, Pluit juga dilakukan contraflow. Hal itu lantaran ada pekerjaan jalan layang yang menghubungkan Pluit Raya dan Pluit Selatan.

Ditambahkan Massdes, rekayasa yang dilakukan bersifat dinamis. Jika dianggap berhasil, rekayasa akan dilakukan secara permanen.

"Kalaupun dipermanenkan, bila ada momen penting, seperti tahun baruan, di Ancol pasti ramai. Rekayasa itu nggak berlaku, setelahnya baru dijalankan kembali," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Hari Pertama Rekayasa, Lalin di Jl KH Mas Mansyur Macet

Sosialisasi Rekayasa Lalin Jl KH Mas Mansyur Belum Optimal

Rabu, 30 September 2015 5040

Rekayasa Lalin di Kelurahan Jatinegara Kaum Diharap Bisa Terlaksana

Lalin Sekitar Kantor Kelurahan Jatinegara Kaum Segera Direkayasa

Selasa, 08 September 2015 5511

tanaman_kotatua4.JPG

Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Kota Tua

Selasa, 25 Februari 2014 4362

Mobil Derek Dishub

Tidak Ada Pengalihan Arus Lalin Saat KTT Asia-Afrika

Kamis, 09 April 2015 4873

BERITA POPULER
Pemkot Jakut Bantu Perketat Pengawasan Rusunawa Marunda

Pemkot Jakut Bantu Perketat Pengawasan Rusun Marunda

Jumat, 21 Juni 2024 468506

Dishub Gandeng Waze Luncurkan Fitur Navigasi Ganjil Genap

Dishub Gandeng Waze Luncurkan Fitur Navigasi Ganjil Genap

Kamis, 19 Oktober 2017 307244

90 Sanggar Betawi Belum Punya Badan Hukum

90 Sanggar Betawi Belum Punya Badan Hukum

Jumat, 10 Juli 2015 285055

 Libur Natal, 36.871 Pengunjung Padati TMII

TMII Dipadati Pengunjung

Jumat, 25 Desember 2015 283953

 4500 Warga Ramaikan Karnaval KBT

Karnaval KBT Dipadati Ribuan Warga

Minggu, 30 Agustus 2015 282632

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks