Rabu, 09 April 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 669
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong perluasan jaringan transportasi massal, khususnya Mass Rapid Transit (MRT) dan penambahan rute Transjabodetabek dari Jakarta ke daerah penyangga.
"Ini sebagai bagian dari perluasan,"
Pramono berharap, proyek MRT tidak hanya berhenti di Lebak Bulus, tetapi dapat diperpanjang hingga Balaraja di Provinsi Banten.
Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Gubernur Banten, Andra Soni di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/4).
Perluasan rute transportasi tersebut diharapkan dapat mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dan mengatasi masalah kemacetan baik di Jakarta maupun daerah sekitarnya.
"Salah satu contoh adalah kami akan terus mendorong supaya MRT tidak hanya berhenti di Lebak Bulus, tetapi juga akan diperluas, diperpanjang sampai dengan Balaraja. Kalau itu bisa terjadi maka akan sangat mengurangi kemacetan, mengurangi orang untuk menggunakan kendaraan pribadi," ujar Pramono.
Menurutnya, permasalahan utama Jakarta selama ini yakni arus mobilitas masyarakat dari dan menuju wilayah penyangga pada jam-jam sibuk.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan membuka lima rute baru Transjabodetabek. Dua rute di antaranya akan menghubungkan langsung dengan wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan.
"Ini sebagai bagian dari perluasan apa yang kami sebut dengan Transjabodetabek karena memang tidak bisa Jakarta itu menyelesaikan persoalan macetnya dengan Jakarta sendiri," jelasnya.
Untuk mendukung sistem transportasi hingga daerah penyangga, Pramono juga ingin mengembangkan Jaklingko hingga di luar wilayah Jakarta. Selain masalah transportasi, dalam pertemuan ini juga membahas isu banjir, sampah, hingga kerja sama implementasi aplikasi JAKI di wilayah Banten.
Pramono menyebut pertemuan ini merupakan langkah awal yang baik untuk mempererat kerja sama antara Provinsi DKI Jakarta dan Banten.
"Banten dan Jakarta dalam banyak hal memang bersinggungan, maka untuk itu kami bersepakat berdiskusi untuk memecahkan bersama persoalan-persoalan yang ada di lapangan. Dari hal yang berkaitan dengan kemacetan, banjir, sampah," kata Pramono.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni menyebut, Banten dan Jakarta memiliki keterkaitan erat, terutama dalam hal mobilitas masyarakat.
"Kita sama-sama menjadi daerah penunjang, terkait dengan Jakarta siang hari, Jakarta pagi hari, Jakarta macet sore hari, kami kebagian macet juga dan kemudian kalau Jakarta kebanjiran kami juga kebanjiran," kata Soni.
Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat ini, dukungan kepada daerah aglomerasi akan semakin maksimal. Sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi bersama pun bisa terselesaikan.