Kamis, 27 Maret 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 289
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung beserta jajaran di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/3). Pertemuan membahas berbagai program kerja sama, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial.
" Alhamdulillah tadi sudah berjalan dan selesai,"
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Ahmad Abu Bakar menyampaikan, audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi antara Muhammadiyah dan Pemprov DKI Jakarta dalam membangun Jakarta.
"Kami Pimpinan Muhammadiyah Wilayah DKI Jakarta pada hari ini melaksanakan pertemuan audiensi dengan Bapak Gubernur bersama jajarannya dan Alhamdulillah tadi sudah berjalan dan selesai berkaitan dengan masalah yang kita bicarakan," ujar Ahmad.
Dalam pertemuan ini, pimpinan Muhammadiyah juga menyampaikan undangan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk menghadiri acara halalbihalal Muhammadiyah pada 19 April 2025 di Gedung Dakwah Muhammadiyah.
"Yang utama adalah kami dalam audiensi itu meminta atau memohon kepada Bapak Gubernur karena Muhammadiyah di tanggal 19 April 2025 akan melaksanakan halal bihalal di Gedung Dakwah Muhammadiyah," kata Ahmad.
Menurutnya, Gubernur Pramono pun menyampaikan akan menghadiri acara tersebut. Ahmad menegaskan, Muhammadiyah siap bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk bersama-sama membangun di berbagai bidang, terutama pendidikan, kesehatan, dan juga ekonomi.
Sementara Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Agus Suradika menambahkan, dalam pertemuan ini Muhammadiyah menyampaikan rencananya untuk mendirikan perguruan tinggi di Jakarta Barat.
"Sekarang yang belum ada itu Jakarta Barat. Jadi Jakarta Barat akan dibangun perguruan tinggi Muhammadiyah. Di Jakarta Utara sudah mulai dan akan terus dikembangkan," kata dia.
Terkait rencana pembangunan perguruan tinggi tersebut, Agus menjelaskan, Muhammadiyah sedang meninjau lokasi yang potensial, dengan memanfaatkan aset Pemprov DKI Jakarta melalui mekanisme sewa pakai.
"Nah, di antara lima wilayah kota, di Jakarta Barat yang belum ada. Ini yang kami tadi minta bantuan Pak Gubernur. Mungkin ada aset DKI yang idle yang nanti akan kita kembangkan menjadi perguruan tinggi di sana," tandas Agus.