Selasa, 25 Maret 2025 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 219
(Foto: Istimewa)
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur akan membagikan sebanyak 900 alat pemadam api ringan (APAR) di tahun 2025 sebagai implementasi Gerakan Masyarakat Punya Alat Pemadam Api Ringan (GEMPAR).
"Optimalisasi penanganan dini kebakaran"
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria mengatakan, pada tahun 2023 sudah didistribusikan sebanyak 227 APAR dan tahun lalu mencapai 802 APAR.
"Seluruh APAR dibagikan kepada Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) untuk optimalisasi penanganan dini kebakaran," ujarnya, Selasa (25/3).
Muchtar menjelaskan, pendistribusian ratusan APAR tersebut berdasarkan peta risiko kebakaran melalui program wilayah manajemen kebakaran dari Universitas Indonesia tahun 2020.
"Tiap RT minimal ada dua Redkar yang mendapatkan APAR," terangnya.
Menurutnya, untuk menyukseskan program GEMPAR, seluruh pegawai Sudin Gulkarmat Jakarta Timur akan diwajibkan untuk memiliki APAR di rumahnya masing-masing.
"Sejauh ini belum dilakukan pendataan. Nantinya akan ada formulir pengisian melalui aplikasi yang dibuat oleh Dinas Kominfotik DKI Jakarta," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Kuslani menambahkan, berdasarkan dari Universitas Indonesia terdapat kategori rawan kebakaran sangat berat, berat, sedang, dan ringan.
"Untuk kategori sangat berat di 14 RW dari 11 kelurahan, seluruhnya sudah diberikan APAR," ucapnya.
Ia merinci, sebanyak 14 RW kategori sangat berat rawan kebakaran tersebut yakni, RW 07, Kelurahan Pisangan Timur; RW 01 dan RW 10, Kelurahan Kalisari; RW 05, Kelurahan Utan Kayu Utara; dan RW 06, Kelurahan Pisangan Baru;
Kemudian, RW 01, 08 dan RW 13, Kelurahan Cililitan; RW 13, Kelurahan Cipinang Besar Utara; RW 01, Kelurahan Cipinang Muara; RW 04, Kelurahan Klender; RW 04,
Kelurahan Munjul; RW 06, Kelurahan Lubang Buaya; serta RW 08, Kelurahan Kayu Putih."Kami berharap, program GEMPAR akan meminimalisir kerugian atau korban akibat kebakaran karena pencegahan dini cepat dilakukan," tandasnya.