Jumat, 21 Maret 2025 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 258
(Foto: Nurito)
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta menyelenggarakan Advokasi Keamanan Pangan Lintas Sektor di Jakarta Timur.
"Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang keamanan pangan"
Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiani Chandrawati Anwar; Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Jakarta Timur, Fauzi; serta diikuti perwakilan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Perumda Pasar Jaya, hingga sekolah.
Kegiatan advokasi ini diawali dengan penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan intervensi keamanan pangan oleh Kepala BBPOM di Jakarta Sofiani Chandrawati Anwar dan Asisten Ekbang Jakarta Timur, Fauzi.
Sofiani mengatakan, Advokasi Lintas Sektor bertujuan mengimplementasikan keamanan pangan terpadu di Jakarta Timur melalui program Kelurahan Pangan Aman, Pangan Jajanan Anak Sekolah Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
"Kita perlu melakukan advokasi, koordinasi, dan memetakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada saat intervensi di lapangan. Sehingga, tidak terjadi overlapping, tapi kompak dan bersinergi," terangnya.
Sofiyani menjelaskan, intervensi yang akan dilakukan meliputi tiga sasaran penting, yakni lingkungan sekolah, kelurahan, dan pasar tradisional yang telah ditentukan titik lokasinya.
Lokasi tersebut masing-masing yakni, Kelurahan Palmeriam, Penggilingan, dan Kelurahan Malaka Sari. Kemudian, SDN Kayumanis 01, SDN Pulogebang 07, SMPN 255, dan SMAN 58 Ciracas. Sedangkan pasarnya adalah Pasar Ciracas.
"Upaya menjaga keamanan pangan ini menjadi bagian untuk mewujudkan manusia unggul dalam rangka mewujudkan generasi emas 2045," ungkapnya.
Ia menambahkan, nantinya juga akan dibentuk kader keamanan pangan di lokasi-lokasi tersebut. Sebelum melaksanakan tugas, mereka akan diberikan bimbingan teknis.
Sementara itu, Asisten Ekbang Kota Jakarta Timur, Fauzi menyambut baik insiatif BBPOM di Jakarta yang menyelenggarakan Advokasi Keamanan Pangan.
"Kami akan bekerja sama dengan BBPOM untuk mewujudkan kawasan yang memiliki kriteria keamanan pangan aman," tegasnya.
Menurutnya, jika masyarakat sudah teredukasi dengan baik akan terhindar dari mengonsumsi makanan yang mengandung zat kimia berbahaya.
"Kita memang masih perlu memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang keamanan pangan. Sebab, tidak menutup kemungkinan masih ada peredaran produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya," tandasnya.