Rabu, 19 Maret 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 341
(Foto: Nugroho Sejati)
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Ahmad Moetaba menyebut panen raya yang digelar Pemprov DKI Jakarta saat Ramadan menjadi pertanda baik untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang perayaan Lebaran.
"M enjaga stabilitas harga kebutuhan pangan,"
"Ini adalah panen raya perdana bagi Pak Gubernur dan Pak Wagub dan tepat di bulan suci Ramadan. Semoga ini pertanda baik," ujarnya, Rabu (19/3).
Ia pun memastikan bahwa kegiatan panen raya ini sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga Jakarta, khususnya menjelang perayaan Lebaran.
"Ini dapat membantu pasokan untuk memenuhi demand yang tinggi apalagi di saat menjelang Hari Raya Idulfitri,” jelasnya.
Menurutnya, urban farming atau pertanian perkotaan merupakan langkah strategis yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan swasembada pangan.
"Tentu juga urban farming ini menjadi langkah strategis menjaga stabilitas harga kebutuhan pangan demi mewujudkan swasembada," tuturnya.
Sekadar diketahui, Pemprov DKI Jakarta menggelar panen raya secara serentak pada 266 lokasi lahan urban farming di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu, Rabu (19/3). Kegiatan ini berhasil memanen 20 ton produk holtikultura seperti cabai, terung, bawang merah, kangkung, bayam hingga tomat.
Kegiatan yang dipusatkan di Lahan Pertanian Jalan Raya Pulo Gebang RT 12/06, Kelurahan Cakung, Jakarta Timur ini, dipimpin Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dan disiarkan langsung secara hybrid ke 266 lokasi.
Menurut Rano, hasil panen sebanyak 20 ton produk hortikultura ini tidak lepas dari kerja keras sekitar 1.300 pelaku urban farming yang berhasil memanfaatkan lahan terbatas untuk kegiatan pertanian.
"Ini bukan hasil yang sedikit. Bahkan, di Pulau Seribu kita tadi lihat ada budi daya ikan kerapu," kata Rano di sela-sela kegiatan panen serentak.