Selasa, 18 Maret 2025 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 285
(Foto: Nurito)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur bersama Dinas KPKP DKI Jakarta berhasil melakukan sterilisasi sebanyak 200 ekor kucing.
"Populasinya perlu dikendalikan"
Sterilisasi yang berlangsung di Gedung Training Center (UPT Pusat Promosi) dan Sertifikasi Hasil Pertanian Dinas KPKP DKI, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekko Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi.
Iin menyampaikan apresiasi dan Terima kasih atas komitmen Sudin KPKP Jakarta Timur dan stakeholder terkait dalam mengendalikan populasi kucing.
"Kucing menjadi salah satu hewan yang cepat berkembang biak. Sehingga, populasinya perlu dikendalikan," ujarnya, Selasa (18/3).
Iin menjelaskan, sterilisasi yang dilakukan juga sangat berguna untuk mencegah penyakit rabies. Sebab, kucing menjadi salah satu hewan penukar rabies (HPR).
"Saya minta masyarakat, khususnya pemilik hewan peliharaan kucing agar tetap memperhatikan kesehatan, kebersihan, dan rajin melakukan perawatan," terangnya.
Ia mengaku juga memelihara sebanyak delapan ekor kucing di rumahnya dan setiap hari dirawat dan dipelihara dengan baik.
"Seluruhnya juga sudah dilakukan sterilisasi dan divaksin rabies," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto menambahkan, hari ini sterilisasi kucing diadakan di dua lokasi, yakni di UPT Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian Klender dengan jumlah 100 ekor kucing jantan peliharaan.
Kemudian, di Rawamangun dilakukan sterilisasi kucing liar oleh Dinas KPKP bekerjasama dengan komunitas sebanyak 100 kucing liar. Sterilisasi di Rawamangun ini berlangsung mulai 18-20 Maret 2025.
"Meski Jakarta sudah berhasil rekor MURI untuk program sterilisasi kucing terbanyak, kita terus lakukan pengendalian populasi kucing," bebernya.
Menurutnya, sterilisasi dilakukan pada kucing liar maupun yang dipelihara warga. Untuk kucing liar biasa digunakan dengan metode Trap-Neuter-Return (TNR). Artinya kucing ditangkap lalau dikembalikan ke tempat asalnya usai disterilisasi.
"Untuk kucing peliharaan, pemilik daftar mendaftar terlebih dulu melalui tautan di akun Instagram Sudin KPKP Jakarta Timur. Sterilisasi ini gratis, tanpa dipungut biaya," ucapnya.
Program sterilisasi ini, imbuh Taufik, terealisasi melalui kolaborasi dengan sejumlah
stakeholder pecinta hewan, Yayasan Peduli Lingkungan Indonesia (YPLI), PT Mars Pet Nutrition hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti, Bank DKI."Targetnya tahun ini kita akan melakukan sterilisasi sebanyak 2.000 ekor kucing," tandasnya.