Jumat, 14 Maret 2025 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 335
(Foto: Istimewa)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT NEXGEN, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Bumiputera dan Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
" Pelibatan seluruh stakeholder sangatlah penting,"
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara sektor pemerintah, akademisi dan dunia usaha dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Dalam kerja sama ini, BPBD DKI Jakarta akan berfokus pada pengembangan mitigasi, kesiapsiagaan, riset akademik serta pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, kemitraan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana berbasis kolaborasi multi-pihak.
Ia menyampaikan, pemerintah memiliki keterbatasan dalam berbagai aspek,
baik dari sumber daya, anggaran, maupun kapasitas dalam penanggulangan bencana.“Oleh karena itu, pelibatan seluruh stakeholder sangatlah penting untuk menciptakan sistem ketahanan bencana yang kuat dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan ini,” ujar Isnawa, Jumat (14/3).
Dalam kerja sama ini, beberapa program utama yang akan dijalankan meliputi:
1. Pengembangan Mitigasi dan Kesiapsiagaan
PT NEXGEN akan berperan dalam perluasan dan pengembangan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui kampanye intensif melalui sekolah-sekolah melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serta pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di wilayah Provinsi DKI Jakarta serta dukungan program kebencanaan lainnya.
2. Pendidikan, Pengajaran, Riset dan Kajian Kebencanaan serta Pengabdian Kepada Masyarakat
STIE Dharma Bumiputera dan Universitas Muhammadiyah Jakarta akan berkontribusi melalui penelitian akademik terkait manajemen risiko bencana, dampak sosial-ekonomi pasca-bencana, serta penguatan kebijakan berbasis data, pengabdian masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
3. Edukasi dan Pelatihan Masyarakat
Program pelatihan kesiapsiagaan bencana akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
4. Penguatan Peran Relawan dan Mahasiswa
Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan dilibatkan dalam kegiatan tanggap darurat, simulasi bencana, serta program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada mitigasi dan pemulihan pasca-bencana.
“Melalui kolaborasi multipihak, diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam menghadapi bencana di wilayah DKI Jakarta serta dengan sinergi yang lebih erat, dapat mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh, responsif dan berkelanjutan,” tandasnya.