Kolaborasi BUMD Gelar Dialog Terkait Hak Pengelolaan Lahan

Jumat, 27 Januari 2023 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 3398

Dialog Terkait Hak Pengelolaan Lahan BUMD #2

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Kolaborasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menginisiasi dialog terkait Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang mengangkat tema "Efektivitas Pengurusan HPL dalam Meningkatkan Produktivitas Aset BUMD" di Candi Bentar, Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (26/1) sore.

Perlu ada kolaborasi dari seluruh stakeholder 

Dialog terkait Hak Pengelolaan Lahan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para manajemen BUMD dalam mendorong performa BUMD di DKI Jakarta terkait pemanfaatan lahan agar meningkatkan produktivitas aset, perencanaan dan penggunaan tanah.

Hadir dalam kegiatan ini, Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Sri Haryati; Plt Kepala  

Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta, Fitria Rahadiani; Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat; Kepala BPAD Provinsi DKI Jakarta Reza Phahlevi serta jajaran Direksi BUMD DKI Jakarta beserta perwakilan unit terkait.

Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin selaku Ketua Kolaborasi BUMD menyampaikan pentingnya dialog ini dalam upaya pengelolaan aset tanah BUMD DKI Jakarta. 

"Kami harapkan dialog ini menjadi dialog interaktif yang dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi terkait Hak Pengelolaan atas aset tanah yang dimiliki BUMD, termasuk bagi aset-aset yang diserahterimakan," ujarnya.

Arief mengapresiasi dukungan seluruh BUMD DKI Jakarta sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik. 

Topik mengenai Hak Pengelolaan (HPL) merupakan topik yang perlu diketahui oleh seluruh BUMD mengingat besarnya potensi pemanfaatan aset tanah yang dapat dioptimalisasi oleh para BUMD DKI Jakarta.

"Perlu ada kolaborasi dari seluruh stakeholder agar proses ini dapat berjalan dengan baik," bebernya.

Plt Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Fitria Rahadiani menjelaskan, berbagai aset yang dimiliki oleh BUMD DKI Jakarta dan dorongan kepada BUMD untuk segera melakukan pengurusan aset sehingga dapat dioptimalkan. 

"Agar seluruh proses bisa berjalan dengan baik kita akan melakukan Memorandum of Understanding dengan Badan Pertanahan Nasional," terangnya.

Kasubdit HPL Kementerian ATR/BPN,  Pangihutan Manurung menuturkan, proses permohonan HPL perlu dilakukan secara efektif dan efisien sesuai undang-undang yang berlaku.

"Perencanaan pengelolaan aset tanah agar pensertifikatan lahan dapat segera didapatkan perlu dilakukan secara matang," ucapnya.

Menurut Direktur Utama JXB, Novita Dewi, terkait persoalan lahan ini memang dihadapi BUMD. Melalui dialog dan diskusi ini bersama-sama dicari solusi terbaik.

"Alhamdulillah, melalui BUMD Akademi yang diketuai Pak Arif dan saya selaku Bendahara, kegiatan ini bisa terealisasi. Kami juga bersyukur sudah ada rencana solusi yang tinggal kita eksekusi saja," jelasnya.

Sementara itu, praktisi dari Assegaf Hamzah & Partners yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Bidang Penindakan, Chandra Hamzah memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.

"Saya kira ini sangat bagus, BUMD perlu terus berbenah. Terkait HPL, perlu ada data yang jelas dari BUMD dan Pemprov DKI agar aset itu tidak hilang," ungkapnya.

Ia menambahkan, langkah penting yang perlu dilakukan adalah segera membuat sertifikat, baik Hak Guna Bangunan (HGB) dan HPL. Penguasaan yuridis ini penting, apalagi itu dibebaskan menggunakan uang negara. 

"Dari diskusi tadi kita cari solusi ongkos yang paling murah dan ekonomis sesuai objektifnya. Kalau dari sisi biaya HPL itu lebih murah," tuturnya.

HPL itu, lanjut Chandra, juga lebih sustain karena tidak bisa diperjualbelikan. Namun demikian, HPL juga ada kelemahan karena tidak bisa dijaminkan. Tapi, di atas HPL bisa dibuat HGB.

"Untuk itu ini juga akan berpulang tujuannya untuk apa? Menurut hemat saya semua aset sebaiknya dibuat HPL saja terlebih dahulu," tandasnya.

Untuk diketahui, Kolaborasi BUMD terdiri dari, PT Jakarta Tourisindo (JXB), Perumda PAM Jaya, PT Pembangunan Jaya Ancol, Perumda Pasar Jaya, PT Transjakarta dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Kemudian, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Bank DKI, PT Jakarta Propertindo, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Jaya, PT Jamkrida Jakarta dan Perumda Dharma Jaya.

BERITA TERKAIT
PAM Jaya Kirim Bantuan ke Ciganjur

PAM Jaya Kirim Bantuan ke Cianjur

Kamis, 24 November 2022 3270

Hadirkan Hunian Layak Bagi Eks Warga Bukit Duri, Pemprov DKI Canangkan Pembangunan Kampung Susun Pro

Hadirkan Hunian Layak Bagi Eks Warga Bukit Duri, Pemprov DKI Canangkan Pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung 

Kamis, 07 Oktober 2021 1055

 Utamakan Kepentingan Publik, Perluasan Ancol untuk Kawasan Rekreasi

Utamakan Kepentingan Publik, Perluasan Ancol untuk Kawasan Rekreasi

Jumat, 03 Juli 2020 1839

BERITA POPULER
Pemkot Jakut Bantu Perketat Pengawasan Rusunawa Marunda

Pemkot Jakut Bantu Perketat Pengawasan Rusun Marunda

Jumat, 21 Juni 2024 468503

Dishub Gandeng Waze Luncurkan Fitur Navigasi Ganjil Genap

Dishub Gandeng Waze Luncurkan Fitur Navigasi Ganjil Genap

Kamis, 19 Oktober 2017 307238

90 Sanggar Betawi Belum Punya Badan Hukum

90 Sanggar Betawi Belum Punya Badan Hukum

Jumat, 10 Juli 2015 285052

 Libur Natal, 36.871 Pengunjung Padati TMII

TMII Dipadati Pengunjung

Jumat, 25 Desember 2015 283951

 4500 Warga Ramaikan Karnaval KBT

Karnaval KBT Dipadati Ribuan Warga

Minggu, 30 Agustus 2015 282629

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks